Bukan Allah Yang Perlu Kita, Tapi Kitalah yang Selalu Berhajat Kepada Allah

Agama itu ajaran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia (Allah) adalah Pencipta segala yang ada di alam semesta. Oleh karena itu agama mengatur segala hal dalam dunia ini. Ada aturan yang disampaikan secara global dan ada aturan yang disampaikan secara rinci. 
Oleh sebab itu melepaskan sesuatu dari aturan agama tentu merupakan hal yang tidak mungkin. Apakah itu soal rumah tangga, ekonomi, kesehatan, hingga politik. Selama sesuatu itu berada dalam kekuasaan Allah, maka ia pasti berada dalam ranah aturanNya. 
Dan yang penting untuk diingat adalah bahwa aturan Allah itu adalah demi kebaikan mahlukNya juga. Allah itu Maha Kuasa, Dia tidak memiliki hajat (kepentingan) terhadap aturan tersebut. Justeru kitalah sebagai mahluk yang sangat merlukan serta sangat diuntungkan oleh aturan Allah. Bahkan manusia akan sangat rugi jika sampai tidak mau diatur dengan aturan dari Yang Maha Sempurna. 
Maka sangat aneh, bila ada orang yang menolak diatur dengan aturan Allah. Tidak bisa diterima dengan akal sehat bila kita yang sangat membutuhkan dan sangat berhajat pada aturan Yang Maha Sempurna kok justeru menolaknya. 
Orang yang menolak aturan Tuhan  Yang Maha Tahu, pastilah orang yang sedang mengalami masalah dalam logikanya. Entah karena ketidaktahuan, salah faham, ataukah karena tidak beriman (tidak percaya), yang jelas mereka membutuhkan pencerahan dan penyadaran. 
Nah, ini menjadi tugas utama bagi para pendakwah untuk memberikan pemahaman yang benar soal aturan Allah atau yang dalam istilah agama dikenal dengan sebutan syari’at. Pertama, harus dibenarkan (diluruskan) aqidahnya. Keimanan (keyakinan) harus dimantapkan terlebih dahulu.
Kemudian, bila sudah beres keimanannya, dan ia meyakini ke-Maha sempurnaan Allah yang berujung pada perasaan  “sangat membutuhkan” aturanNya, maka dakwah syari’at insya Allah akan sangat cepat diterima. 
Melihat fakta yang ada di negeri kita, bahkan di dunia, tentu tugas ini masih panjang dan tidak ringan. Kenyataannya umat manusia masih banyak yang tidak meyakini bahwa aturan Allah itu sempurna, bahkan sebagian mereka dari kalangan orang-orang yang mengaku muslim. 
Lebih memprihatinkan lagi ketika yang meragukan kebenaran dan kebaikan aturan Allah itu adalah dari kalangan mereka yang disebut ulama atau ahli agama. Bagaimana kita berharap kalangan awam bisa memahami dan menyadari betapa urgennya penerapan hukum Allah pada mahlukNya jika mereka yang dipercaya lebih memahami hukum tersebut saja masih tidak percaya?
Wallahu a’lam